Jumat, 02 Mei 2014

LORE LINDU

Panorama Cagar Biosfir

Provinsi Sulawesi Tengah memang terkenal dengan makanan khasnya yakni kaledo yang terbuat dari tulang kaki lembu. Namun, di sisi lain provinsi ini juga menyimpan keunikan hayati dan sejarah yang berada di Taman Nasional Lore Lindu. Apa saja yang bisa ditemukan di lokasi tersebut? Yuk, kita intip satu per satu kekayaan Indonesia di bumi Tadulako ini.

Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) memiliki flora dan fauna endemik Sulawesi serta panorama alam yang menarik karena terletak di garis Wallacea, yang merupakan wilayah peralihan anatara zona Asia dan Australia. TNLL memiliki fauna dan flora endemik Sulawesi serta panorama alam yang menarik karena terletak di garis Wallacea yang merupakan wilayah peralihan antara zona Asia dan Australia. Terletak di daerah yang strategis dengan luas 217.991 hektar, TNLL kaya akan jenis mamalia, burung, reptil dan serangga yang indah. Dengan semua kekayaan alam tersebut, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui UNESCO memberikan dukungan dan bantuan teknis internasional setelah ditetapkan sebagai Cagar Biosfir atau paru-paru dunia pada tahun 1977.

Selain perlindungan terhadap flora dan fauna, TNLL juga memiliki banyak objek wisata yang dapat dikunjungi dengan panorama alam yang indah. Di Danau Lindu, Gimpu, Wuasa dan Bada, Anda dapat bersampan sambil mengamati beberapa jenis burung. Lalu, Gunung Nokilalaki, Rorekatimbo dan Sungai Lariang cocok untuk berkemah di hutan liar sekaligus berarum jeram. Dongi-dongi dan Kamarora juga tempat yang asik untuk berkemah, berendam air panas dan melakukan pengamatan satwa. Sedangkan di Danau Lewuto dapat melihat peninggalan mayat Moradino.

Jika ingin berwisata ke TNLL, sebaiknya melakukannya di bulan Juli hingga September setiap tahunnya. Pada bulan Agustus juga ada atraksi budaya di luar taman nasional, yaitu Festival Danau Poso.

Wisata Sejarah Megalitik

Di samping kekayaan dan keunikannya, taman nasional ini juga mempunyai kumpulan batuan megalitik yang bagus dan salah satu monumen megalitik terbaik di Indonesia. Megalit adalah batu besar yang digunakan untuk membangun struktur atau monumen. Seperti yang juga terkenal di Inggris dari peninggalan purbakala, yaitu Stonehenge. Bahkan TNLL menyimpan situs purbakala terlangka di dunia yang hanya terdapat di Lore Lindu dan Amerika Latin.

Ada sekitar 431 situs megalitik yang terdapat di lembah Besoa dan Bada, Kecamatan Lore Selatan. Situs-situsnya terbuat dari batu padat seperti granit dengan pengerjaan yang halus dan sederhana, sehingga terlihat anggun. Beberapa jenisnya berupa patung batu manusia, jambangan besar (kalamba), piringan (tutu’na), batu-batu cembung (batu dakon), mortir batu dan tiang penyangga rumah dengan berbeda bentuk. Dari berbegai studi megalitik, situs-situs yang ada di TNLL berasal dari zaman 1300 Setelah Masehi. Situs tertinggi dan masih berdiri mencapai empat meter, tetapi mayoritas memiliki tinggi sekitar 1,5-2,5 meter.

Ada patung batu yang berdiri condong ke kanan dengan sudut kemiringan sekitar 60 derajat, tetapi hingga kini patung tersebut tetap tidak jatuh atau roboh ke tanah. Mengapa hal ini bisa terjadi? Konon, para penelitian pun belum dapat menjawab pertanyaan tersebut. Meski demikian, patung tersebut kerap menjadi objek untuk berfoto para wisatawan karena bentuknya juga unik, terdiri dari kepala, bahu, perut dan alat kelamin pria.

Lokasi

Taman Nasional Lore Lindu terletak sekitar 20 kilometer dari Kota Palu, tepatnya masuk di wilayah Kabupaten Donggala dan Sigi. Untuk mencapai TNLL melalui jalur darat, Anda dapat menggunakan kendaraan roda empat rute Palu-Kamarora dengan waktu tempuh 2,5 jam, Palu-Wuasa selama lima jam, Wuasa-Besoa sekitar empat jam dan Palu-Kulawi salam waktu enam jam. Tetapi di luar Kota Palu, dapat mengambil penerbangan dari Manado atau Makasar menuju Palu terlebih dahulu. Kemudian, perjalanan di dalam kawasan TNLL dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau naik kuda.