Selasa, 08 Desember 2015

Rindu tak Beralasan

Kerinduan ku bukan hanya sebatas Kerinduan biasa, yang bisa ku tuliskan dalam sebait cerita dari ujung pena tua yang selalu ku simpan di saku kemejaku.

Hujani aku puan, agar rindu ini kembali berseri. seperti saat pertama aku mengenalmu sebagai musim paling semi, padahal Negri ini tak memiliki musim itu Namun jiwaku serasa berada pada musim itu.

Puan, bola cinta yang menyala pada sepasang matamu, jatuh mengenai hati Majnun, seketika debar melelapkannya di pusara kesetiaan.

Senyummu, senyawa mataku. Pandangan yang menyejukkan, dari sepenggal napas yang di hirup rinduku.

Puan cintaku bukan hanya sebait puisi indah yang ku buat tapi jauh dalam hatiku ini dirimu adalah orang yang sanggup membuat hidupku semakin berwarna.

Mungkin arti perkenalan kita tak seindah cerita cinta kasih yang di gambarkan pada novel atau kisah arjuna dan sinta, namun aku menganggap kalau cerita ini jauh lebih indah dari itu semua.

Terima kasih Puan karena kau sudah mampuh menaklukan hati ini yang terlanjur membatu, "Terimakasih" hanya itu yang bisa ku ucapkan.

I love you... Puan Beralis manis yang ku Cinta.

Senin, 23 November 2015

Apakah kamu orangnya?

Sebuah ilusi tertulis diatas selembar kertas putih tak bertuah, ialah suara hati yang mengurai serentetan cerita, seorang gadis manis berwajah cantik, beralis indah bak semut beriring, bisa dikata ia adalah karunia tuhan yang tak ternilai.

Ia memang gadis yang baru ku kenal dalam beberapa jam saja, mungkin masih butuh waktu untuk mengenalmu lebih jauh "itu kata dari ujung jariku" tapi dalam hatiku kau adalah wanita penyemangatku, wanita yang bisa membuatku lebih berwarna. Lebih indah dari hari-hari ku sebelumnya.

***

Benarkah kamu orangnya?

Yang akan menjadi pendampingku, menemani hari hariku tak hanya satu dua minggu, tapi selamanya.

Benarkah kamu orangnya?
Yang sanggup menerima kekuranganku yang mau memaklumi tingkah konyolku
Menegur jika salah, memeluk saat gelisah. Semoga benar, kamulah orangnya.

Ini pintaku "tetaplah bersamaku meski aku sedang sangat menyebalkan. Tetaplah bertahan walaupun dariku tak ada yang bisa kamu banggakan. Jangan bosan menegur saat aku berkali-kali mengulang kesalahan. Jangan lelah mendengarkan segala resah yang aku keluhkan. Terlalu banyak permintaanku, karena yang mau memaklumi banyak inginku hanya dirimu"

Aku selalu berharap suatu saat nanti, aku bisa mengecup keningmu disaat aku terbangun dari tidurku, ketika aku berangkat dan pulang dari aktivitasku yang sangat melelahkan.

Ini harapanku, mungkin hanya akan menjadi harapan sebab bibir ini selalu terkunci ketika hendak meminta Ia untuk menjadi kekasihku.

Aku mungkin bukanlah lelaki romantis yang bisa membuatmu bahagia. aku hanyalah lelaki humoris yang bisa membuatmu tersenyum canggung karena ucapanku tidak begitu berarti.

Inilah aku apa adanya... Atau mungkinkah kamu orangnya?

Jumat, 30 Oktober 2015

Adinda.

"Adinda" dia adalah gadis cantik dan imut yang ku kenal di dunia maya, berawal dari like-like'an status, saling komen, bersendu gurau, hingga saling inbox, chatingan sampe larut nalam bertukar pendapat hingga saya memberanikan minta pin BB dia.

👱: din?
👩: ya!!!
👱: boleh gak aku minta pin bb kamu?
👩: boleh, nih G30SPKI.
👱: ok... Thanks, ya. Otewe invite.
👩: ya, sama... Sama.

Dan... Ku tulis pinnya di undangan pertemanan bbm for android, dan jeng... Jeeeenggg...  muncul tulisan di bilih status, "Tas branded Sekarang menjadi kontak anda". Kampreeet gua ketipu, rupanya dia agen OLSHOP. kan tae.

Dan para cowok di luar sana hati-hati sama peredaran agen olshop mereka bisa menipu anda kapan saja, dimana saja tanpa mengenal waktu, siapapun anda. Kalo anda sudah akrab di socmed sama gadis cantik yang gak tau asal usulnya di pastikan kamu sudah terjerat jaringan olshop.

Jumat, 23 Oktober 2015

INDAH

Indah...

Dia.. gadis yang kutemui sore itu.
bertukar senyum canggung kala senja itu. Mengenakan kacamata Minus, dan di padankan gaun nan indah sesuai namanya.

Dia.. gadis bernama tanpa kata. duduk berkhayal di samping danau. memandangi airnya yang tenang dibasuh hujan.

Dia.. gadis sepi panggilannya. beraga kuat terlentang diatas rumput basah. dia bilang, setiap malam dirinya hanya diselimuti duka dengan bantalan air mata.

Dia.. si gadis pemilik mata bulat yang hitam. tak ku temui setitik kejelekannya. namun sering kali ia meratapi nasib asanya. dia bercerita, "aku ini bagai bintang laut yang selalu menatap bintang malam yang bercahaya namun tenggelam di tengah samudera. bertanya, mengapa hanya aku yang tak terang?". Ingin ku menjawab dengan jawaban yang bisa membuatnya menjadi tangguh, namun apa daya kuhanya bisa mengangguk, dengan sedikit mengerenyitkan dahi. Tanda kebingungan dalan anganku.

Dia berucap sesekali dalam sedihnya, senyun dalam sedihnya. Bercerita tentang jati diri yang kelam. Sehingga membuatku terbawa dalam sedihnya, sampai aku adalah peran utama yang sedang ia ceritakan.

Berasambung...

Minggu, 24 Mei 2015

Aku jerami namun gengsi

Hidup penuh gengsi kadang membuat kita lupa segalanya, lupa kalo kita berasal dari mana? Lupa siapa kita? Bahkan lupa tetesan keringat yang menetes begitu derasnya. Asalkan kita bisa berbuat apapun yang kita sukai tanpa memikirkan siapa kita? Bukankah dari jerami? Atau mungkin dari cemara yang di sebut kalo itu asal kita.

Kita jerami tumbuh di bawah yang harus tergopoh untuk menuai hidup, berjuang demi mendapat pujian dari tanaman lain lalu di cabut karena itu hama buat tanaman yang lainnya. Atau kita cemara yang berdiri tegap, dengan angkuhnya dia berucap "akulah pohon kesempurnaan" berwibawa, memiliki derajat tinggi dari kesemua yang ada di sekitarnya, di hormati dari semua kalangan, tapi ia lupa api unggun menantimu. Kau siap di korbankan untuk menjadi kayu bakar dan lenyap menjadi abu.

Tapi ini aku...
Aku adalah jerami yang tidak patut untuk di perhitungkan, tidak memiliki arti bagi orang lain, yang hanya bisa hidup sekerlik mata yang akhirnya di buang karena dianggap hama buat orang lain.