Minggu, 21 Desember 2014

Alm IBU

Buat kalian yang masih punya Ibu hanya ada dua pilihan 1. Berbakti kepada ibu Atau 2. Berpuas-puaslah melawan/membangkang sama ibu selagi bisa.
Tapi bukan itu (berbakti) yang mau gua bahas sekarang cyiiin... *huek ngapa jadi bences, ih.... Potensi* benturin kepala ke tembok.

Elu enak Bor (bro maksudnya) masih bisa melawan ibu, contoh: ketika ibu elu ngasih tugas. Di suruh kepasar beli sayur ketika elu males karena capek BERAK tifitas seharian, lu ngelak sampe elu di marahin di maki dari sore, malem, sampe esok pagi, sampe malem harinya cuma ngebahas itu-itu aja. Gedek, gondok sih emang kalo kita bicara soal emosisasi (bahasa pikinisasi) Dan ingin melawan tapi takut karena ada bokap yang siap menerjang, menonjok kita ketika berani melawan ibu (ibarat paspampres lah).
Haduh... Ibu Betapa cerewetnya dikau bunda ribuan kata berucap dalam detik dentuman jam, Mungkin ini!!!!  kata ini yang tersirat kata-kata dari pikiran otak kiri kita.

Mungkin masih ada lagi hal yang paling tidak kita sukai dari ibu, contoh omelan ketika kita lambat bangun pagi waktu sekolah, omelan karena kamar berantakan atau yang paling sepele KITA DILARANG LEWAT WAKTU IBU SEDANG NGEPEL LANTAI padahal itu hanya jalan satu-satunya untuk ke suatu tempat (dengan terpaksa kita harus merayap di dinding supaya tidak nginjek lantai)...

Tapi coba renungkan lebih dalam ibu adalah orang yang rela mengorbankan waktunya selama 9 bulan+- (kecuali gua 12 taun karna gua lahir langsung remaja) menjaga kandungannya selama 24 jam full nonstop tanpa cuti.

Ibulah yang mengajari kita bicara dari yang tadinya bisu fasih, jadilah seperti sekarang ini yang bisa bicara. agar bisa berkomunikasi terhadap sesama. Yang tadinya cuma tau kata IYKYWIM sampe bisa nyebut manggil papa. Padahal ibu yang mengajari berucap tapi kata papa lebih dulu terucap ketimbang kata ibu.
Beliau juga yang mengajari gua jadi lelaki hidung belang. Karena beliau sering nanya mata genit mana-mata genitnya. Bibir monyong mana bibir monyongnya.

Ibu yang mendidik gua dari gua seumur jagung sampe gua seumur Pohon jati, ibu yang selalu menyayangi gua di kala semua orang menghinaku, ibu yang memberi perhatian lebih dikala gua jadi pecundang, ibu yang selalu memaafkan gua atas semua kesalahanku walaupun itu bersangkutan dengan HUKUM, ibu yang selalu memberikan senyuman manisnya ketika wanita gebetan gua menolakku, Dan ibu yang selalu memberikan kecupan manisnya di keningku ketika kejombloan dan tak ada wanita yang mau menciumku. Engkau yang selalu menasehatiku di kala aku terpuruk....

IBU engkau Yang memberikan nafas segar semangatku hingga aku bisa jadi dewasa.
Ibu aku rindu senyuman manismu, aku rindu nasehatmu, aku rindu wajah cantikmu. Ibu aku merindukan semuanya aku ingin kembali ke masa itu.

Ibu semoga kau mendapatkan tempat yang terbaik Di sisiNYA, dapat beristirahat dengan tenang. Ya ALLAH berikan yang tetbaik buat ibuku AAMIIN YA ROB'AL ALAMIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar