Kerinduan ku bukan hanya sebatas Kerinduan biasa, yang bisa ku tuliskan dalam sebait cerita dari ujung pena tua yang selalu ku simpan di saku kemejaku.
Hujani aku puan, agar rindu ini kembali berseri. seperti saat pertama aku mengenalmu sebagai musim paling semi, padahal Negri ini tak memiliki musim itu Namun jiwaku serasa berada pada musim itu.
Puan, bola cinta yang menyala pada sepasang matamu, jatuh mengenai hati Majnun, seketika debar melelapkannya di pusara kesetiaan.
Senyummu, senyawa mataku. Pandangan yang menyejukkan, dari sepenggal napas yang di hirup rinduku.
Puan cintaku bukan hanya sebait puisi indah yang ku buat tapi jauh dalam hatiku ini dirimu adalah orang yang sanggup membuat hidupku semakin berwarna.
Mungkin arti perkenalan kita tak seindah cerita cinta kasih yang di gambarkan pada novel atau kisah arjuna dan sinta, namun aku menganggap kalau cerita ini jauh lebih indah dari itu semua.
Terima kasih Puan karena kau sudah mampuh menaklukan hati ini yang terlanjur membatu, "Terimakasih" hanya itu yang bisa ku ucapkan.
I love you... Puan Beralis manis yang ku Cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar